Rabu, 20 Juni 2012

HIV AIDS - BAHAN TUTORIAL


HI CAMAR CUMIR READERS, BUAT KALIAN YANG PUNYA TUGAS TUTORIAL YANG BAHANNYA TENTANG HIV AIDS, INI DIBAWAH UDAH KITA CATETIN. SUMBER DARI BUKU SEMUA. SOOO SEMOGA BISA BERGUNYA YA :)

AIDS
1.       Defenisi
Semula AIDS didefinisikan oleh CDC berdasarkan kejadian infeksi “oportunistik” tertentu dan neoplasma yang menunjukan gangguan imunitas bermediasi. Defenisi tersebut telah direvisi untuk memasukan hasil uji antibody HIV dan kadar CD4 (sel T “helper”). Diagnosis persumtif AIDS berdasarkan keadaan indicator penyakit tertentu , dapat tetap ditegakan tanpa uji antibody HIV yang positif.
2.       Etiologi dan pathogenesis
AIDS disebabkan retrovirus RNA yang disebut virus imunodefisiensi manusia (HIV, Human Immunodeficiensy virus). Dulu disebut virus limfotropik sel T manusia tipe III (HTLV III) dan virus terkait limfadenopati (LAV). Keberadaan virus terdekat kedua (HIV - 2) telah dilaporkan baru baru ini di afrika.

PATOGENESIS
1.       PENULARAN DAN MASUKNYA VIRUS
HIV dapat diisolasi dari darah, cairan serebrospinalis, semen, air mata, sekresi vagina atau serviks, urine, asi, dan air liur. Penularan terjadi paling efisien melalui darah dan semen. HIV juga dapat ditularkan melalui air susu dan sekresi vagina atau serviks. Tiga cra utama penularan adalah kontak dengan darah dan kontak seksual dan kontak ibu – bayi. Setelah virus ditularkan akan terjadi serangkaian proses yang kemudian menyebabkan infeksi.
2.       PERLEKATAN VIRUS
Virion HIV matang memiliki bentuk hampir bulat (seperti gambar dibawah ini). Selubung luarnya, atau kapsul viral, terdiri dari lemak lapis ganda yang mengandung banyak tonjolan protein. Duri duri ini terdiri dari dua glikoprotein : gp 120 dan gp41. Gp mengacu pada glikoprotein, dan angka mengacu kepada massa protein dalam ribuan Dalton. Gp120 adalah selubung permukaan eksternal duri, dan gp41 adalah bagian transmembran.

Terdapat suatu protein matriks yang disebut p17 yang mengelilingi segmen bagian dalam membran virus. Sedangkan inti dikellilingi oleh suatu protein kapsid yang disebut p24. Didalam kapsid p24 terdapat dua untai RNA identik dan molekul preformed reverse transcriptase, integrase, dan protease yang sudah terbentuk.
HIV adalah suatu retrovirus, sehingga materi genetik berada dalam bentuk RNA bukan DNA. Reverse transcriptase adaalh enzim yang mentranskripsikan RNA virus menjadi DNA setelah virus masuk ke sel sasaran. Enzim enzim lain yang menertai RNA adalah integrase dan protease.
HIV menginfeksi sel dengan mengikat permukaan sel sasaran yang memiliki molekul reseptor membran CD4. Sejauh ini sasaran yang disukai oleh HIV adalah limfosit T penolong positif CD4, atau sel T4 (limfosit CD4+). Gp120 HIV berikatan dengan kual dengan limfosit CD4+ sehingga gp41 dapat memerantai fusi membran virus ke membran sel. Baru baru ini ditemukan bahwa dua koreseptor permukaan sel, CCR5 atau CXCR4 diperlukan, agar glikoprotein gp120 dan gp41 dapat berikatan dengan receptor CD4+.
Koreseptor ini menyebabkan perubahan perubahan konformasi sehingga gp41 dapat masuk  ke membran sel sasaran. Individu yang mewarisi dua salinan defektif gen reseptor CCR5 (homozigot) resisten trharap timbulnya AIDS, walaupun berulang kali terpajan HIV (sekitar 1% orang amerika keturunan Caucasian). Individu yang heterozigot untuk gen defektif ini tidak terlindungi oleh AIDS, tetapi awitan penyakit agak melambat.
Belum pernah ditemukan homozigot pada populasi asia atau afrika, yang mungkin dapat membantu menerangkan mengapa mereka lebih rentan dapat membantu menerangkan mengapa mereka lebih rentan terhadap infeksi HIV.
Sel sel lain yang mungkin rentan terhadap infeksi HIV mencakup monosit dan makrofag. Monosit dan makrofag yang terinfeksi dapat berfungsi sebegai reservoar untuk HIV tetapi tidak dihancurkan oleh virus. HIV bersifat politrofik dan dapat menginfeksi beragam sel manusia, seperti sel natural killer, limfosit B, sel endotel, sel epitel, sel langerhans, sel denritik (yang terdapat dipermukaan mukosa tubuh), sel mikroglia, dan berbagai jaringan tubuh.

INDIVIDU YANG SANGAT BERISIKO TERINFEKSI HIV
Infeksi HIV terjadi pada beberapa kelompok berisiko tinggi :
1.       Homoseksual pria dan biseksual
2.       Penyalahguna obat intravena
3.       Wanita heteroseksual yang berhubungan dengan pria biseksual dan penyalahgunaan obat intravena
4.       Pasien yang ditransfusi dengan produk darah
MANIFESTASI DAN STADIUM INFEKSI HIV
a.       Masa inkubasi
b.      Perubahan pada sistem imun
c.       Kompleks terkait AIDS

ADANYA INFEKSI INFEKSI OPORTUNISTIK TERKAIT HIV SEPERTI :
1.       Kandidiasis bronkus, trakea, atau paru
2.       Kandidiasis esofagus
3.       Kanker serviks, invasif**
4.       Koksidioidomikosis, diseminata atau ekstraparu
5.       Kriptokokus, ekstraparu
6.       Kriptosporidiosis, usus kronik (lama sakit lebih dari 1 bulan)
7.       Penyakit sitomegalovirus (selain di hati, limpa, atau kelenjar getah bening)
8.       Retunits sitomegalovirus (disertai hilangnya penglihatan)
9.       Ensefalopati, terkait HIV
10.   Herpes simpleks, ulkus kronik lebih dari 1 bulan, atau bronkitis, pneumonitis, esofagitis
11.   Histoplasmosis, diseminata atau ekstaparu
12.   Isosporiasis, usus kronik lama sakit lebih dari 1 bulan
13.   Sakroma kapos (sk)
14.   Limfoma, burkitt (atau yang ekivalen)
15.   Limfoma, imunoblastik (atau yang ekivalen)
16.   Limfoma, primer, otak
17.   Mycobacterium avium complex
18.   Mycobacterium tuberculosis, semua tempat, paru** atau ekstraparu
19.   Mycobacterium, spesies lain atau spesies yang belum teridentifikasi, diseminata atau ekstra paru
20.   Pneumonia pneumocystis cranii
21.   Pneumonia, rekuren
22.   Leukoensefalopati multifokus progresif
23.   Septikernia salmonela, rekuren
24.   Toksoplasmosis otak
25.   Sindrom pengurusan yang disebabkan oleh HIV
GEJALA KLINIS DAN KRITERIA DIAGNOSIS
Gejala penderita AIDS dapat ringan sampai berat. Pembagian tingkat klinis penyakit infeksi virus AIDS, dibagi sebagai berikut :
I.                    Tingkat klinis 1 (asimptomatik/limfadenopati generalisata persisten (LGP))
a.       Tanpa gejala sama sekali
b.      LGP
Kelainan tingkat ini penderita belum mengalami kelainan dan dapat melakukan aktivitas normal
II.                  Tingkat klinis 2 (dini)
a.       Penurunan berat badan kurang dari 10%
b.      Kelainan mulut dan kulit yang ringan, misalnya dermatitis seboroik, prurigo, onikomikosis, ulkus pada mulut yang berulang dan keilitis angularis
c.       Herpes zoster yang timbul pada 5 tahun terakhir
d.      Infeksi saluran nafas bagian atas berulang, misalnya sinusitis.
Pada tingkat ini penderita sudah menunjukan gejala, tetapi aktivitas tetap normal.
III.                Tingkat klinis III (menengah)
a.       Penurunan berat badan lebih dari 10 %
b.      Diare kronik lebih dari 1 bulan, tanpa diketahui sebabnya
c.       Demam yang tidak diketahui sebabnya selama lebih dari 1 bulan. Hilang timbul maupun terus menerus.
d.      Kandidosis mulut
e.      Bercak putih berambut di muut (hairy leukoplakia)
f.        Tuberkulosis paru setahun terakhir
g.       Infeksi bakterial berat, misalnya pneumoni
DEFINISI
AIDS atau sindrome kehilangan kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia sesudah sistem kekebalan dirusak oleh virus HIV. Akibat kehilangan kekebalan tubuh, penderita AIDS mudah terkena berbagai jenis infeksi bakteri, jamur, parasit, dan virus tertentu yang bersifat oportunistik, selain itu penderita AIDS sering sekali menderita keganasan, khususnya sarkoma kaposi dan limfoma yang hanya menyerang otak.
Tahap terpapar HIV sampai AIDS diantarnya :
Setelah virus HIV masuk kedalam tubuh dibutuhkan waktu selama 3 – 6 bulan HIV positif. Faseini disebut “perido jendela / window period”. Setelah itu HIV tanpa gejala 5 – 10 tahun, kemudian masuk ke HIV dengan gejala atau infeksi opurtunistik, kemudian masuk berakhir AIDS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

habis baca, di comment ya mbake bapake :)